Sunday, February 22, 2015

Sore Ini

Termenung di teras dengan dibanjur mentari senja
Musikal alam mengalun indah
Hanya itu yang dapat dirasa
Langit tampak sedikit cerah, tidak seperti biasa
Hujan enggan menghampiri
Bahkan gelap pun tidak

Cuaca hari ini cukup menyenangkan untuk dihirup
Setidaknya masih bisa buatku tersenyum dan tidak merasa sesak

Namun tetap saja pikiran ini kosong
Terlalu kosong karena mereka berkumpul di suatu tempat untuk pikirkan hal berat lain

Tolong, ledakkan otak ini
Atau aku ingin menitipkan otakku padamu
Sehingga aku tak lagi pikirkan apapun

Friday, January 23, 2015

Kata Maaf Yang Terlambat

Merasa dosa besar ketika sudah tidak lagi mengunjungi halaman yang kini sudah berdebu.
Tak pernah terbayangkan aku akan setega ini meninggalkan tanpa rasa malu.
Aku malu terhadap diri sendiri karena sudah kehilangan sedikit jati diri.
Iya, aku tak mengenal siapa aku ini.

Rasanya tak sopan, baru datang sudah mengomel.
Tidak kah kau merindukan kehadiranku?
Kembali mengisi ruang kosong yang sudah lama tak tersentuh.
Empat bulan lamanya kita tak berjumpa.
Masih kah pembaca setia mengunjungi halaman ini?
Atau bahkan mereka sama sekali tidak ingat halaman ini ada.
Atau bahkan mereka lupa kalau aku itu ada.

Aku kembali dengan keadaan dan kondisi yang sudah banyak berubah.
Sedikit lebih dewasa dengan pengalaman baru yang cukup luar biasa.
Cerita di sekeliling pun sangat berbeda,
Lingkungan dan teman yang merupakan hal paling sakral.
Kedua hal tersebut adalah faktor terkuat penyebab perubahan itu terjadi.
Hal itu memaksakan aku untuk melupakan apa yang biasanya dilakukan.
Maafkan aku.
Dengan penuh rasa rindu, aku berjanji akan terus mengisi harimu agar tidak kesepian seperti empat bulan ke belakang.
Apakah permintaan maaf ini terlambat?

Sunday, August 17, 2014

What is suitable title I should write?

Ditemukan sehelai kertas bertuliskan sebuah puisi tak berjudul, hanya memiliki tema: kekaguman. Siapa yang bertanggung jawab atas semua ini??
Saya.

Hahahaha ini tugas mingguan untuk para anggota ekskul HP3 (Himpunan Pelajar Pecinta Perpustakaan). Judulnya sih, puisi berantai, gitu... Jadi, kau tahu kurangnya dimana? Hahaha. Sepertinya ini belum sempat di post ke blog ekskul. Jadi saya post disini saja ya..terakhiran...ceritanya....




Kamu selalu punya cerita untuk ku banggakan
Menginspirasiku lewat kerja keras dan perjuangan
Detikan ku melihat terbuai ku menelusuri rasa
Hati mengadu berdenging sendiri ku terima

Setiap gerik yang mengundang hasrat
Lantunan suara yang menggetarkan
Melodi yang kau mainkan mengusik hati
Memberikan semangat baru di setiap hariku

Hadirmu menggetarkan hati
Suaramu menggoyahkan jiwa
Senyummu bagaikan embun pagi menyegarkan

Bekunya dingin pagi ini
Serupa dengan kebekuan hati
Tidak lupa membalas serunya sang mentari
Aku tersenyum memulai hari
Kau pancarkan pelangi di matamu

Terbeliung dalam kagum
Yang tertulis dalam kalbu
Kaulah sinar matahariku
Yang selalu mencerahkan hidupku

Kau yang selalu membuatku tertawa
Matamu memancarkan cahaya bahagia
Bibirmu mengucap kata-kata penuh cinta
Hingga aku selalu membayangkanmu

Setiap kali ku melihatmu, berdebar rasa hati ini
Wajahmu pancarkan cahaya di mataku