Saturday, April 19, 2014

How I Miss This

Hello for a million times!
Dikira, ini blog sudah berdebu atau berhantu tapi ternyata masih saja ada orang yang berkunjung. Yang membuat terharu ada, faktanya tertera tulisan "Pageviews last month: 44". Masih ada yang setia, ya...
Terakhir nge-post itu Januari. Dan nyatanya, di bulan Januari itu banyak sekali yang kau lewatkan, readers!
Sekarang kelas 12 sudah benar-benar bebas dari tugas sekolah. Baca dengan baik ya. Hatinya masih belum tenang, sebelum bertemu dengan tanggal 20 Mei 2014 dan 27 Mei 2014. Dua tanggal yang sangat dinantikan oleh pelajar yang akan mengakhiri masa putih-abu nya ini.
Namun, inilah waktu yang saya tunggu. Bebas tanpa beban tugas, menyenangkan bukan? Kamu bebas begadang untuk sebuah film atau drama korea!!! Menyenangkan bukan?? Kamu juga bebas begadang untuk blogging!! Ini sungguh menyenangkan!!!. Tapi jangan terlalu terbuai dengan kesenangan belaka. Masih ada jutaan tes yang harus kamu tempuh. SBMPTN, misalnya. Hahhhh sudahlah, aku ingin bebas dulu. Untuk beberapa hari ini saja,

Januari 2014

26th, January 2014
TO SIMAK UI


27th, January 2014
'Beauty and The Beast' Cabaret perform. Find me!

Februari 2014

11st, February 2014
Tes Praktek Senam

22nd, February 2014
#ITBDay #AMI2014

Maret 2014

24th, March 2014
My Baby's Concert

April 2014

Today
Another Family

Thursday, January 9, 2014

Cita-Cita dan Realita

Ada seseorang bernama Cita-Cita. Dia selalu ingin dekat dengan Realita.
Itu yang menyebabkan mereka selalu hidup bersama, meskipun dengan jarak yang jauh.
Mengapa jauh?
Realita ingin hidup sendiri, dia tidak ingin dibuntuti Cita-Cita.
Ketika Cita-Cita mendekat, selalu saja Realita pergi menjauh.
Ketika Cita-Cita diam, Realita semakin tidak terlihat.
Maka dari itu dia terus berjalan dan berlari mengejar Realita.
Pernah sesekali Cita-Cita itu hampir menyentuh Realita dan untuk pertama kalinya Realita menoleh dan menyambut dengan baik.
Cita-Cita senang dan mereka hidup dalam kebahagiaan.
Namun sayangnya, Realita hanya singgah sekejap dan pergi lagi meninggalkan Cita-Cita.
Cita-Cita bersedih, menangis, terdiam dan terbalut dalam kesedihan. Cita-Cita tahu, yang membuatnya bahagia hanyalah terus bersama sang Realita.
Akhirnya dia beranjak lagi, terus mengejar Realita.
Tak peduli dia akan bersedih lagi, dia hanya ingin  menyapa Realita meskipun hanya sekejap saja.
Mau bagaimana pun caranya, Cita-Cita harus meraih Realita.



Memang terkadang, hidupmu tak seperti apa yang kamu pinta.


Wednesday, January 1, 2014

Dua ribu empat belas

Coba sebutkan lagi judulnya?

Selamat tahun baru, readers! :)
Semoga di tahun ini semuanya akan lebih dan membaik lagi.
Coba sebutkan, target apa saja yang sudah tercapai?
4 dari 6 target yang saya tulis di jurnal sudah tercapai, sisanya...ya saya juga gak tahu kenapa.
Intinya sih, kurang disiplin.
Dan untuk tahun sekarang, saya punya 9 target huahahahahaha. Yakin bakal tercapai semua?
Yakin aja deh, harus lebih optimis. Karena, target yang kali ini adalah target hidup dan mati hahaha berat banget targetnya. Sesuatu yang bisa bikin sujud syukur dan nangis sampai menghabiskan satu pak tisu.

Dua ribu tiga belas.
Sedih, duka, senang, sedih udah dilewatkan dalam 365 hari itu.
Dan dengan waktu yang cukup singkat itu, beberapa sudah berubah.
Semuanya benar-benar berubah.
Hahaha yasudahlah, biarkan semua berlalu.
Sekarang, ke toko buku, beli journal baru, dan bikin cerita baru.