Friday, December 17, 2010

Gombal-Gembel Part 1

Di taman sekolah yang sepi






Cowok: "Ikut duduk ya?"


Cewek: Angguk-angguk.


Cowok: "Oiya, gue mau ngomong sesuatu. Boleh kan?"


Cewek: Angguk-angguk lagi.


Cowok: "Kau cantik layaknya bunga mawar yang mekar.........
            Senyumanmu seperti mentari yang cerah.........
            Pancaran matamu layaknya sang bintang..........
            Aura cantikmu bagaikan sinar rembulan.............
            Kau bagaikan udara bagiku..........
            Memberiku nafas......Memberiku hidup.......
            Kau segalanya bagiku..........
            Maukah kau mendampingi hidupku?"
            Kata si cowok dengan gaya lebay.


Cewek: Masih angguk-angguk, tapi sekarang agak brutal dengan memutarkan kepala ala rocker.


Cowok: "Hahaha elo ga usah salting deh" cengengesan dan tersipu malu.


Cewek: Berhenti angguk-angguk, bengong ngeliatin si cowok.


Cowok: "MAU GA ELO JADI PACAR GUEEEE? HAAAAAH??" si cowok teriak 
dengan sekeras-kerasnya sambil bertekuk lutut dan tampang muka ngeden.


Cewek: Membuka earphone, mengeluarkan i-pod nya dari saku. "Maaf, gue ga denger. Ngomong apa lo barusan? Mau berak ya? Muka lo kaya yang nahan ngeden tadi. Ke toilet sono, pantes bau daritadi, ternyata elo"


Cowok: "IYA, BARUSAN GUE KENTUT DAN GUE BELOM BERAK 5 HARI!!"






ups, nyelek...................

Wednesday, December 8, 2010

Bahagia Adalah Pilihanmu

Suatu ketika istri John Maxwell, pembicara motivator top, Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan. Maxwell sang suami duduk di bangku paling depan dan mendengarkan. Di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan dan tiba. sesi tanya jawab.

Setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya. "Miss Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?" Seluruh ruangan langsung terdiam. Satu pertanyaan yang bagus. Margaret tampak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab, "Tidak."

Seluruh ruangan terkejut. "Tidak," katanya sekali lagi,

"John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia." Seisi ruangan langsung menoleh ke arah Maxwell. Maxwell juga menoleh-noleh mencari pintu keluar. Rasanya ingin cepat-cepat keluar.

Kemudian, lanjut Margaret, "John Maxwell adalah seorang suami yg sangat baik. Ia tdk pernah berjudi, mabuk-mabukan, main serong. Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia.."

Tiba-tiba ada suara bertanya, "Mengapa?" "Karena,"

Jawabnya, "tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri."

Margaret mengatakan, tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu. Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia.

Karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri.

Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri.

Kalau kamu sering merasa berkecukupan, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri, kamu tidak akan merasa sedih.

Sesungguhnya pola pikir kita yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar.

Bahagia atau tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, cantik istrimu, atau sesukses apa hidupmu.
Bahagia adalah pilihanmu sendiri..





sumber: http://www.ngobrolaja.com/showthread.php?t=123239

Tuesday, December 7, 2010

Live Is An Adventure

I want to live my life to the absolute fullest
To open my eyes to be all I can be
To travel roads not taken, to meet faces unknown
To feel the wind, to touch the stars
I promise to discover myself
To stand tall with greatness
To chase down and catch every dream
LIFE IS AN ADVENTURE

Copy-Paste from specialis revelio